Kamis, 01 September 2016

Apresiasi Pendekatan Feminis pada cerpen berjudul "Tangan-Tangan Buntung"



Terceritalah, setelah malam tiba, dalam keadaan lelah Presiden Nirdawat masuk ke kamar tidur, dipeluk oleh isterinya, kemudian digelandang ke dekat tempat tidur. Dengan lembut isterinya memberinya beberapa ciuman, kemudian melepas baju Nirdawat, lalu melepas kaos dalam Nirdawat, dan akhirnya menelungkupkan tubuh Nirdawat di tempat tidur. Kemudian, dengan lembut pula isterinya memijit-mijit punggung Nirdawat. ( paragraf 9 )
”Nirdawat, cobalah kita kenang kembali masa-masa pacaran kita dulu. Kita berjalan-jalan di kampus, duduk-duduk di rumput, kemudian berjalan lagi ke bawah pohon jejawi, dan berbincang mengenai keinginan-keinginan kita. Bagi kita itulah keinginan biasa, tapi bagi teman-teman, keinginan itu merupakan cita-cita mulia.” ( paragraf 10 )
”Kau harus melakukan sesuatu, Nirdawat, sekarang juga. Aku selalu mendampingimu,” kata isterinya dengan lembut, lalu menciumi Nirdawat lagi dengan lembut pula. ( paragraf 25 )
Pendekatan Feminis yaitu pendekatan yang didasari oleh pemikiran gender, khususnya oleh perempuan. Untuk kali ini, pendekatan feminis yang saya gunakan untuk mengapresiasi cerpen ini lebih mengarah pada optimalisasi peran wanita pada posisinya sebagai istri tokoh utama pada cerpen.
Istri Nirdawat memiliki peran yang cukup berpengaruh terhadap tokoh utama, yakni sebagai pemberi motivasi terhadap suaminya ketika suaminya cukup lelah dalam menghadapi permasalahan di negaranya. Walupun Nirdawat kurang ada waktu untuk sang istri, namun istri Nirdawat dengan setulus hati tetap ada di saat Nirdawat membutuhkannya.  Selain itu istri Nirdawat senantiasa memberikan motivasi bagi suaminya.
Dalam cerpen ini feminisme seorang istri berperan cukup optimal, karena ia merupakan satunya pemberi semangat dan motvasi bagi tokoh utama yang sangat lelah dengan jabatannya sebagai kepala negara. Pengungkapan nilai-nilai seorang perempuan yang berpengaruh dalam cerpen ini, tertuang pada perilaku dan perwatakan Istri Nirdawat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar